Beranda » Tugas » New Media » Jendela Bicara

Jendela Bicara

 A. Latar Belakang

Sudah sejak dahulu manusia terus mencari cara untuk mempermudah manusia dalam beraktivitas atau lebih tepatnya bertahan hidup dan akhirnya berhasil membuat penemuan-penemuan baru yang dapat kita sebut dengan teknologi. Bermula dari pemakaian batu beserta varietasnya kapak perimbas, kapak genggam dan alat-alat dari tulang sampai sanggup mengolah perunggu, kuningan, dst. Seiring dengan penemuan-penemuan baru muncul hingga teknologi yang kita kenal dan pakai sehari-hari tercipta, kegunaan teknologi tidak berubah yaitu tetap sebagai alat yang memudahkan manusia dalam bertahan hidup.

Semejak manusia berpindah dari sistem barter dan menggunakan mata uang tertentu dalam pertukaran barang atau jasa, uang berperan penting dalam kelangsungan bertahan hidup. Dalam persaingan dunia bisnis, pihak yang mampu menguasai pasar merupakan keuntungan besar. Guna menguasai pasar perusahaan harus mampu menarik pelanggan dalam arti lain membuat pelanggan tertarik dengan produk atau jasa yang ditawarkan. Salah satu caranya adalah mengiklankan produk atau jasa semenarik mungkin. Inilah yang membuat sebuah perusahaan periklanan di Jerman mencoba cara unik dalam beriklan dengan memanfaatkan jendela kereta api sebagai media iklan.

B. Jendela Bicara

article-ads2-0705

Jendela bicara adalah sebuah teknologi baru yang dikembangkan untuk dunia periklanan. Teknologi ini disebut Bone Conduction. Sejauh ini, Bone Conduction hanya dipergunakan oleh para tuna rungu dan militer. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan getaran di permukaan jendela agar telinga mampu mendengar suara tanpa gelombang suara.

Sebuah perusahaan periklanan di Jerman, bekerjasama dengan perusahaan spesialis alat bantu dengar, memanfaatkan teknologi ini dan mengaplikasikannya ke jendela kereta api. Jadi, jendela tersebut mampu menciptakan suara dan dapat dimanfaatkan sebagai media baru untuk iklan.

article-ads1-0705

Mereka sudah melakukan percobaan cara pengiklanan ‘Jendela Bicara’ ini ke para penumpang kereta. Penumpang yang lelah sering menyandarkan kepala mereka ke jendela. Saat mereka (penumpang) bersandar ke jendela seketika itu pula mereka dapat mendengar suara dalam kepala mereka, hanya mereka yang dapat mendengarnya. Suara tersebut dihasilkan dari getaran kotak kecil yang menempel pada jendela yang akan meneruskan getaran tersebut ke penumpang.

Terdapat pro dan kontra dalam penciptaan jendela bicara ini, diantaranya adalah pengeklaiman bahwa hal ini merupakan pelanggaran hak seseorang untuk beristirahat, dan kami sudah bosan melihat dan mendengar iklan dimana-mana. Namun teknologi jendela bicara ini tidak hanya dapat digunakan sebagai media iklan saja, musik, hiburan, pemberi informasi masal, laporan cuaca, dll.

C. Bone Conduction

thanko_bone-thumb

Bone Conduction adalah penerusan gelombang suara ke telinga bagian dalam melalui tempurung kepala. Bone conduction dapat dipakai oleh orang normal atau yang mengalami gangguan pendengaran. Beberapa alat bantu pendengaran yang memakai teknologi bone conduction berhasil mendapatkan hasil yang setara dengan pendengaran manusia normal. Headset ditempatkan di pelipis dan pipi juga dilengkapi dengan tranduser elektromekanis yang mengubah sinyal elektrik menjadi getaran menuju ke telinga bagian dalam melalui tulang tempurung. Sama seperti mikropon yang digunakan untuk merekam suara menggunakan bone conduction.

Sejarah Bone Conduction

Hugo Gernsback

( 16 Agustus 1884 – 19 Agustus 1967)

Pendeskripsian pertama alat bantu pendengaran pada 1923 oleh Hugo Gernsback adalah Osophone[1], yang nantinya difusi dengan Phonosone[2]  oleh beliau juga. Pada bulan Desember 2012 di Chalmers University of Technology, operasi perdana sebagai bagian pembelajaran teknik baru implan bone condution. Dikembangkan di Charles University dengan bantuan Sahlgrenska University Hospital di Gothenburg Swedia, menciptakan implan bone conduction yang berbeda dengan yang sudah-sudah. Alat ini tidak harus ditanam di tempurung kepala dengan sekrup titanium sehingga tidak ada bahaya infeksi. Pada bulan Januari 2013, para peneliti mengatakan bahwa mereka akan mempresentasikan hasil penelitian di 2013 awal, namun sampai bulan Juni 2013 hasilnya belum dipublikasikan.

Perbandingan Headset Bone Conduction dengan Headset biasa

800px-Goldendance_bone_conduction_headset

Headset yang menggunakan teknologi bone conduction baru muncul di awal tahun 2000, dan sejak itu terus mendapat kepercayaan konsumen. Ada pertanyaan kunci mengapa headset ini dipercaya banyak orang: “Apakah headset ini tidak berbahaya bagi telinga?”. Jawabannya adalah “Ya, headset ini aman” menurut Deborah Price , dokter spesialis pendengaran dan wakil ketua dari Audiology Foundation of America.

Biasanya telinga manusia bekerja dengan memerangkap geolmbang suara di udara, menguatkannya dan mengubahnya ke bentuk sinyal yang dimengerti oleh otak manusia Sedang bone conduction mengirim gelombang suara dalam bentuk getaran melalui tulang rahang atau tempurung kepala, tidak melalui udara. Headset biasa bila pemasangannya tidak pas maka akan ada suara yang keluar sehingga orang lain dapat mendengarnya juga dan juga dapat terpengaruh suara luar yang masuk dari celah kecil akibat hal itu, namun bone conduction tidak seperti itu. Bahkan headset bone conduction dapat digunakan di dalam air.

Teknologi bone conduction memang masih belum sempurna, terdapat perbedaan kualitas suara headset bone conduction dengan headset biasa. Suara dari headset bone conduction dirasakan masih lebih pelan daripada headset biasa. Bone Conduction masih belum menjadi hal umum bagi masyarakat dan dapat dikembangkan lagi. Headset bone conduction akan menjadi benda yang popular untuk penguna headset yang khawatir akan gendang telinganya, tentunya apabila kualitas suara dari headset bone conduction mampu menandingi headset biasa.

SOURCE

http://www.amrusujud.com/2013/09/video-jendela-kereta-api-bisa-bicara.html

http://www.nydailynews.com/news/world/talking-window-advertising-technique-tested-germany-article-1.1391390

http://www.bbc.co.uk/news/technology-23167112

http://en.wikipedia.org/wiki/Bone_conduction

http://electronics.howstuffworks.com/gadgets/audio-music/bone-conducting-headphones3.htm

http://www.wired.com/science/discoveries/news/2004/09/64963?currentPage=all

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s